Berita & Informasi

DINDIKBUD – Kota Serang tampil sebagai juara umum Lomba Kompetisi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi Banten, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten. 
Kepala Dindikbud Banten E Kosasih Samanhudi mengatakan, untuk juara yang memenangkan perlombaan LKS tersebut sesuai hasil dari keputusan dewan juri yang profesional serta menjujung sportifitas yang tinggi.
 
“Tim juri sudah memberikan penilaian yang obyektif kepada semua peserta LKS, dan hasilnya bisa diterima oleh semua pihak, sehingga keputusan itu tidak bisa diganggu gugat,” kata Kosasih, dalam sambutannya pada saat menutup acara LKS tingkat SMK se Banten di Alun-alun Pandeglang, Rabu (19/4).
Menurut Kosasih, kegiatan LKS diharapkan bisa memacu siswa berivoasi agar bisa berdaya saing di dunia kerja setelahnya lulus sekolah. “Kegiatan LKS juga mendapatkan apresiasi dari dewan juri dan masyarakat, karena adanya program studi yang sangat bagus,” paparnya.
Kosasih juga berharap, kegiatan tersebut bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Banten, karena kegiatan LKS merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan se-Indonesia. “Kegiatan LKS juga diharapkan bisa menggalakan program advokasi keberhasilan pendidikan SMK, karena harus memberikan kontribusinya terhadap dunia kerja. Sehingga bisa menurunkan angka pengangguran dan endingnya untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Pandeglang Salman Sunardi mengatakan, kegiatan LKS merupakan ruang bagi siswa yang memiliki potensi untuk membuktikan kualitasnya, karena  ketersediaan tenaga kerja saat ini butuh orang yang terlatih. 
“Dari kegiatan LKS ini semoga akan lahir siswa yang bisa membawa nama baik Pandeglang dan Banten pada umumnya, karena LKS diharapkan bisa memberikan pengalaman kepada semua siswa agar bisa berdaya saing,” katanya. 
Di lokasi yang sama, Kepala Bidang SMK di Dindik Banten, Aep Junaedi, para pemenang LKS tingkat Provinsi Banten ini, akan mengikuti LKS tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah pada Tanggal 14 hingga 19 Mei mendatang.
“Tahun ini, target kami pada LKS ditingkat nasional, Banten harus masuk tiga besar. Karena LKS Tahun 2016 kemarin, Provinsi Banten masuk lima besar,” tutupnya. (stb/abh/humas)

DINDIKBUD:  Pemerintah Pusat melalui Direktorat PKLK rencananya akan memberikan bantuan kepada sekolah khusus (SKh) baik negeri maupun swasta. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Ardius Prihantono.
 
Ia mengaku, saat ini Pemerintah Pusat sangat konsen terhadap program peningkatan akses dan mutu bagi sekolah khusus di Banten. Hal itu dibuktikan dengan dipercayanya Provinsi Banten sebagai tuan rumah, dalam kegiatan sosialiasi pemberian bantuan untuk SKh.
“Saat ini Pemerintah Pusat sedang melakukan sosialiasi di wilayah Tangerang, yang diikuti oleh seluruh SKh negeri dan swasta yang ada di Banten,” kata Ardius, kemarin Senin (17/4) disela-sela pembukaan LKS SMK XVI Tingkat Provinsi Banten di alun-alun Kabupaten Pandeglang.
Ardius menjelaskan, dengan adanya sosialiasi ini, maka akan terbangun satu pemahaman bersama terkait teknis maupun adminsitrasi bantuan dari Pemerintah Pusat ini. Dalam kesempatan itu, Ardius berharap, adanya bantuan untuk SKh ini, benar-benar dimanfaatkan untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus guna mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan amanat Undang-undang.
“Bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Pusat beragam, diantaranya bantuan Bosda, sarana dan prasarana dan pembinaan bagi sumber daya manusia serta termasuk pendirian sekolah SKh negeri baru,” ungkapnya.
Lanjut Ardius, Dindikbud Banten menyambut baik kebijakan Pemerintah Pusat ini, serta menghimbau kepada seluruh SKh yang akan memperoleh bantuan dapat melaksanakan programnya dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. 
“Tentunya Dindikbud akan memfasilitasi program tersebut, sehingga dapat meningkatkan mutu SKh di Banten,” katanya.
 
Sementara itu, Rudi Prihadi Kabid Pendidikan Khusus di Dindikbud Banten dari lokasi kegiatan mengatakan, kegiatan sosialiasi merupakan bantuan pemerintah untuk SLB Tahun 2017, yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengelola SKh se-Banten dan DKI Jakarta, dan alhamdulillah pada tahun ini Banten menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini,” kata Rudi.
Lebih lanjut Rudi menegaskan bahwa, dalam penerimaan bantuan ini harus tepat sasaran dan tepat guna, pihaknya akan memperkuat data pokok pendidikan (Dapodik). Tidak hanya itu, kata Rudi, Dindikbud Banten juga akan menggunakan operator dapodik.
“Dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat ini, maka kualitas dan kuantitas SKh akan lebih baik lagi. Karena, bantuan ini mencakup sarana dan prasarana, pembinaan, biaya operasional pendidikan dan pendirian SKh negeri baru,” tutupnya. (abh/humas)