Berita & Informasi

SERANG - Selama Ujian Nasional berlangsung.Polisi Daerah Banten tempatkan empat personel di tiap-tiap sekolah dan gudang penyimpanan soal Ujian Nasional (UN) baik yang berseragam lengkap dan yang berpakaian preman.

"Ada yang menggunakan seragam dines tapi juga ada yang pakai pakaian preman untuk pengamanan kertas ujian, mulai awal pelaksanaan ujian, hingga berakhirnya UN," terang AKBP Zaenudin, Humas Polda Banten saat di temui di ruang kerja, Jum’at (07/04/2017)

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNBKP) tahun ini di gelar tidak serentak,untuk mengantisipasi kebocoran soal dan memberikan pengamanan selama proses berlangsung Ujian Nasional.Polda Banten mengerahkan personil di masing masing sekolah dan gudang penyimpanan soal UN baik yang berseragam maupun berpakaian sipil.

"Polisi melekat baik yang berseragam maupun tidak berseragam. Polda telah berkoordinasi dengan dinas Pendidikan Provinsi banten," terangnya.

Pihaknya pun meminta orangtua maupun siswa untuk tidak mempercayai jika ada yang menawari bocoran soal maupun jawaban UN.

Sesuai data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten pada tahun pelajaran 2016/2017, Rekapitulasi Sekolah yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjumlah 1.291 yang tersebar di sembilan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Adapun rincian SMP (322 sekolah), MTs (11 Sekolah), SMA (448 Sekolah), MA (14 Sekolah), dan SMK (497 sekolah).**Baca juga: Tak Ada Polisi Terlibat Aksi 'Ustad Pengganda Uang'.

Sedangkan untuk Rekapitulasi Sekolah yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) berjumlah 2.574 dengan rincian SMP (1.046 Sekolah), MTs (974 Sekolah), SMA (57 Sekolah), MA (367 Sekolah), dan SMK (130 Sekolah). Sementara itu untuk Rekapitulasi Peserta UNBK (SMP/MTs/SMA/MA/SMK) berjumlah 152.124 yang tersebar di sembikan Kabupaten/kota dan Rekapitulasi Peserta UNKP berjumlah 183143.

Ujian Nasional Utama UNBK dan UNKP untuk SMK/MAK akan dilaksanakan terlebih dulu yakni pada 3-6 April 2017dan susulannya pada 18-19 April 2017. Sementara Ujian Nasional Utama UNBK dan UNKP untuk SMA/MA akan berlangsung pada 10-13 April 2017 dan susulannya pada 18-19 April 2017.

Adapun Ujian Nasional utama baik UNBK dan UNKP untuk SMP/MTs dan SMPLB akan dilaksanakan pada 2, 3, 4, dan 8 Mei 2017. Ujian susulannya dilaksanakan pada 22-23 Mei 2017. Sistem dua gelombang tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masalah kekurangan komputer.

 

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama antar Parlemen (BKSP) DPD RI, Prof. Dr. Dailami Firdaus bersama 14 anggota BKSP DPD mengadakan kunjungan kerja ke Polandia pada tanggal 19-24 Maret 2017 untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara terutama di bidang pendidikan.

Kunjungan Wakil Ketua Badan Kerja Sama antar Parlemen (BKSP) DPD RI, Prof. Dr. Dailami Firdaus bersama 14 anggota BKSP DPD bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara terutama di bidang pendidikan, serta beberapa bidang lainya seperti bidang energi, pertanian, perdagangan, dan kemaritiman.

“Polandia merupakan salah satu negara yang dapat dijadikan contoh terkait renewable energy. Selain itu, terdapat potensi yang besar dalam pendidikan mengingat tingginya kualitas pendidikan tinggi di Polandia” ujar Prof. Dr. Dailami Firdaus pada makan malam yang diadakan oleh Dubes RI Warsawa, Peter Frans Gontha di kediamannya, baru-baru ini.

Dubes Gontha menyampaikan terima kasih kepada BKSP DPD RI untuk kunjungannya ke Polandia dan menyampaikan bahwa Polandia memiliki bidang pendidikan yang bisa di terapkan di Indonesia.Selain itu potensi besar di berbagai bidang dan kiranya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.

Ageda pertama kunjungan pertama Delegasi BKSP DPD di Polandia adalah mendatangi Warsaw University of Life Science, sebuah universitas yang telah berusia 200 tahun dan merupakan salah satu universitas ilmu hayati terbaik di Polandia.

Universitas tersebut telah memiliki kerja sama dengan empat universitas di Indonesia yaitu IPB, Universitas Tadulako, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjajaran. Para delegasi juga berkesempatan mengunjungi Water Treatment Center dan berdiskusi dengan lima mahasiswa Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di universitas tersebut.

Para delegasi menyambut baik kerja sama yang telah dilakukan dengan universitas di Indonesia dan berharap kiranya jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di universitas tersebut dapat meningkat tajam.

Pada kunjungan delegasi DPD ke Kementerian Pendidikan Tinggi di Polandia, Polandia berniat untuk menarik lebih banyak mahasiswa Indonesia guna meneruskan pendidikannya. Para Senator Indonesia juga berjanji untuk menyampaikan informasi terkait pendidikan tinggi di Polandia ke daerahnya masing-masing.

Selain itu, delegasi juga mengunjungi pelabuhan Polandia dan perusahaan Remontowa Shipbuilding yang bergerak di industri galangan kapal. Kunjungan DPD RI di Polandia ditutup dengan kunjungan ke Parlemen Daerah Pomerania yang membahas peluang kerja sama antar daerah Pomerania dengan provinsi-provinsi di Indonesia.

Rangkaian pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran utuh akan potensi yang dapat digali untuk peningkatan hubungan bilateral Indonesia – Polandia ke depannya.