Berita & Informasi

JAKARTA -  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mengungkapkan dana abadi pendidikan yang disiapkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2018 akan ditambah sebesar Rp10-15 Triliuan yang akan dipergunakan untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan aak bangsa sehingga mampu bersaing dan mengembangkan keilmuannya di masa depan.

"Pada 2016 tambahannya Rp 5 triliun, kalau 2017 belum tahu, dari Kementerian Keuangan kan itu. Tapi pada 2018 naik sampai Rp10-15 triliun," ujarnya ditemui di Gedung D Kemristekdikti, Jakarta, Kamis (06/04/2017)

Nasir menjelaskan, tujuan dengan adanya dana abadi pendidikan, yaitu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Fokus penggunaannya untuk beasiswa, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jika hal itu dapat berjalan dengan lancer, maka generasi emas Bangsa Indonesia dapat tercipta. Kemajuan bangsa pun dapat segera diraih.

"Digunakan untuk studi di dalam negeri dan luar negeri, dua-duanya kami dorong," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan supaya alokasi 20 persen anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan dimanfaatkan secara terencana dan tepat guna.

Sebab kata Jokowi, dana pendidikan pun tak harus dihabiskan dalam jangka waktu setahun karena perlu disimpan sebagai investasi dana pendidikan jangka panjang (sovereign wealth fund untuk pendidikan).

Kepala Sekolah Harus Jadi Inpirator dan Pendidik

JAKARTA - Peran kepala sekolah sebagai seorang manajer sekolah sangat penting dan menentukan keberhasilan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Kepala sekolah berperan menyusun program kegiatan dalam implementasi PPK dan mendorong guru untuk menjadi inspirator dan pendidik.

"Kepala sekolah harus mendorong agar guru tidak sekedar ceramah di kelas, tapi menjadi inspirator dan pendidik," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Kamis (06/04/2017).

Ia menjelaskan bahwa program PPK saat ini sedang diuji coba di ratusan sekolah di Indonesia. Ia juga mengajak para kepala sekolah mendukung program penguatan pendidikan karakter ini untuk mempersiapkan generasi penerus yang memiliki karakter baik dan kuat.

Berbagai aktivitas di luar kelas akan membuat pendidikan karakter di sekolah terasa menyenangkan. "Jadi ini bukan berbasis kelas tetapi berbasis lingkungan. Aktivitas seperti bermain peran, berkolaborasi menyelesaikan suatu proyek dapat dilakukan dan ini menyenangkan," ujar Muhadjir.

Jika karakter baik tertanam sejak dini di diri anak-anak Indonesia, sampai dewasa karakter ini akan melekat dan menentukan keberhasilan generasi muda di masa depan. "Karakter ini memiliki daya tahan yang tinggi dan akan menentukan keberhasilan mencapai apa yang mereka cita-citakan," kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Muhadjir menambahkan, penguatan pendidikan karakter di jenjang pendidikan dasar merupakan salah satu prioritas pemerintah saat ini. Porsi pendidikan karakter lebih besar dibandingkan aspek pengetahuan, di tingkat SD sebesar 70 persen dan di SMP 60 persen. Ia berharap program PPK ini berhasil memperkuat karakter putra-putri Indonesia dan mendapat dukungan semua pihak.

JAKARTA -  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mengungkapkan dana abadi pendidikan yang disiapkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2018 akan ditambah sebesar Rp10-15 Triliuan yang akan dipergunakan untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan aak bangsa sehingga mampu bersaing dan mengembangkan keilmuannya di masa depan.

"Pada 2016 tambahannya Rp 5 triliun, kalau 2017 belum tahu, dari Kementerian Keuangan kan itu. Tapi pada 2018 naik sampai Rp10-15 triliun," ujarnya ditemui di Gedung D Kemristekdikti, Jakarta, Kamis (06/04/2017)

Nasir menjelaskan, tujuan dengan adanya dana abadi pendidikan, yaitu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Fokus penggunaannya untuk beasiswa, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jika hal itu dapat berjalan dengan lancer, maka generasi emas Bangsa Indonesia dapat tercipta. Kemajuan bangsa pun dapat segera diraih.

"Digunakan untuk studi di dalam negeri dan luar negeri, dua-duanya kami dorong," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan supaya alokasi 20 persen anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan dimanfaatkan secara terencana dan tepat guna.

Sebab kata Jokowi, dana pendidikan pun tak harus dihabiskan dalam jangka waktu setahun karena perlu disimpan sebagai investasi dana pendidikan jangka panjang (sovereign wealth fund untuk pendidikan).

LEBAK - Secara resmi Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya telah melantik empat Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Lebak Periode 2016 – 2021, di Aula Multatuli Setda Lebak, Banten, pada Jumat, 17 Februari 2017 lalu.

Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Lebak Periode 2016 – 2021 di kukuhkan sesuai Keputusan Bupati Lebak Nomor  420/541-Dissikbud/2016 yaitu Adin Wahyudin, Nunung Nustara Syam,  Iman Sampurna, dan Dhila Fadhilla.

Iti Octavia Jayabaya selaku Bupati Lebak mengatakan bahwa mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar bagi kualitas pendidikan di suatu daerah. Agar maju dan sejahtera, menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akan memastikan setiap warganya mendapatkan akses pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

“Salah satu dukungan yang perlu kita berikan kepada anak didik adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini sesuai dengan yang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan zaman”. Ujar Iti Octavia Jayabaya, Kamis (06/04/2017)

Iti Jayabaya menyampaikan bahwa keterampilan yang dibutuhkan oleh anak-anak di era sekarang ini mencakup tiga komponen, yakni,  kualitas karakter, kemampuan literasi dan kompetensi. Menurutnya, karakter sendiri terdiri atas dua bagian, Pertama, karakter moral yaitu nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Kedua, yakni karakter kinerja, meliputi kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradapatasi dan kepemimpinan.

“Literasi tidak hanya baca tulis, tapi harus diperkuat oleh literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial  dan literasi budaya” tegasnya.

Kepada Anggota Dewan Pendidikan yang dilantik, Bupati  berpesan agar Dewan Pendidikan dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya secara optimal. Semua pihak yang tekait dengan pelaksanaan fungsi dan tugas Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah harus dapat memberikan dukungan dan kerja sama secara sinergis.

“Dewan Pendidikan kapupaten lebak dapat mendorong hadirnya anak-anak Lebak yang tidak asing dengan daerahnya sendiri”. Pungkasnya.

Sementara itu di waktu yang bersamaan, Iman Sampurna, Anggota Dewan pendidikan Kabupaten Lebak  mengatakan akan bekerja keras untuk menjaga eksistensi dewan pendidikan guna peningkatan kualitas pendidikan di Lebak.

“Dewan pendididikan Kabupaten Lebak dapat berkarya dan memberikan ruang bagi anak-anak Lebak untuk berkontribusi memajukan dirinya, memajukan masyarakat dan memajukan budayanya,” katanya, ditempat yang sama, Kamis (06/04/2017)