Berita & Informasi

LAKSANAKAN PTM 50 PERSEN, PROVINSI BANTEN DAPAT APRESIASI DARI KEMENDIKBUD

  618ba32c1a507

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebesar 50 persen yang diberlakukan di SMA, SMK dan SKh di Provinsi Banten mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan SMA, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI, dan mendorong bila sudah aman dari Covid-19 bisa dilaksanakan 100 persen.

Apresiasi itu diberikan tim dari Direktorat SMA saat melakukan monitoring terkait pelaksanaan PTM di Provinsi Banten beberapa waktu yang lalu. Monitoring itu dilakukan di SMAN 1 Kota Serang, SMAN 3 Kota Serang dan SMAS Almubarok Kota Serang.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Dr. H. Tabrani, M.Pd mengatakan, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri memang disebutkan bagi daerah yang berada pada level dua diperbolehkan menerapkan PTM 100 persen.

kadindik banten

“Akan tetapi, untuk penerapannya diserahkan kepada daerah masing-masing. Kebijakan Bapak Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), tetap menerapkan PTM 50 persen, dengan pertimbangan keamanan untuk kesehatan siswa dan guru,” ungkapnya.

“Itu sudah dilakukan rapat koordinasi Kepala Daerah se-Provinsi Banten. Jadi sebelum Omicron ini masuk ke Provinsi Banten, kita menerapkan PTM 50 persen. Dari Semester pertama sampai kedua saat ini masih 50 persen,” tambah Tabrani.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Dr. H. Tabrani, M.Pd menjelaskan, saat ini berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, kasus Omicron di Provinsi Banten mengalami peningkatan. Seiring dengan itu, dirinya juga sudah berkoordinasi kepada seluruh Kepala Sekolah agar meningkatkan kedisiplinan Protokol Kesehatan (Prokes) di sekolah.

“Karena berdasarkan informasi, varian Omicron ini mulai meningkat sebarannya,” katanya.Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Dr. H. Tabrani, M.Pd, jika dalam pelaksanaannya nanti ternyata ditemukan kasus baru di sekolah, maka pihaknya akan langsung menutup proses PTM di sekolah yang bersangkutan, untuk kemudian dilakukan tracking dan testing baik kepada peserta didik maupun pendidiknya.

“Untuk sementara, PTM di sekolah bersangkutan akan ditutup, dan full daring sampai delapan hari ke depan. Setelah itu akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Jika sudah dinyatakan kondisinya baik, PTM bisa dilanjutkan, tetapi jika belum memungkinkan, akan diperpanjang enam hari lagi, sehingga totalnya menjadi 14 hari,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Dr. H. Tabrani, M.Pd menambahkan, saat ini capaian vaksinasi terhadap peserta didik di Provinsi Banten sudah mencapai 82 persen lebih untuk dosis pertama. Sedangkan untuk vaksinasi guru atau pendidik sudah mencapai 87,79 persen.

“Untuk guru belum mencapai 100 persen, karena sisanya mempunyai komorbid yang tidak bisa dilakukan penyuntikan vaksin,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Dr. H. Tabrani, M.Pd juga mengatakan, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Banten terkait dengan rencana melakukan vaksinasi booster untuk tenaga pendidik.

“Kita inginnya bisa segera dilakukan vaksinasi booster bagi tenaga pendidik. Namun berdasarkan hasil koordinasi, ternyata pelaksanaan vaksinasi booster ini berbasis wilayah, yang kebetulan untuk tenaga pendidik vaksinasinya dipusatkan di RSUD Banten yang berada di Kota Serang, yang belum bisa melakukan vaksinasi booster,” tuturnya.